Serbuan Produk Malaysia Berkah Warga Perbatasan

Senin, 22 September 2008 , 06:29:00
PONTIANAKPOS

Menurut Zainul, produk pangan seperti minuman kaleng dari Malaysia merupakan komoditi yang tidak diatur tata niaganya, seperti gula. “Tidak ada aturan yang jelas dan tegas yang mengatakan produk tersebut tidak boleh masuk, dilarang atau ilegal. Sehingga sah-sah saja masyarakat membelinya, apa-lagi dengan harga yang jauh lebih murah. Minuman kaleng perpack nya saja bisa selisih sekitar Rp30.000 dibanding produk sejenis dari produsen dalam negeri,” ujarnya.

Menurutnya, selisih harga yang menguntungkan tersebut dengan kualitas produk yang tak kalah bermutu, menjadi berkah tersendiri bagi konsumen, khususnya memasuki hari raya keagamaan. “Karena itu kami mengimbau Bapak Kapolda agar tidak bertindak represif dan melarang masyarakat untuk membeli produk tersebut,” katanya.Ia melanjutkan, peredaran produk pangan Malaysia itu yang merasa dirugikan hanya segelintir orang yaitu produsen dalam negeri. Sedangkan masyarakat merasa diuntungkan dengan beredarnya produk sejenis dari Malaysia.

“Kami juga mengimbau anggota dewan yang menyikapi masalah ini untuk tidak berpihak kepada produsen. Tapi berpihaklah kepada rakyat. Justru disinilah kita merasakan salah satu manfaat dibukanya pintu lintas batas dengan negara sahabat,” katanya. Mengenai persoalan cukai atau pajak, mengingat belum adanya payung hukum, maka ke depan, PPM mendukung adanya peningkatan pendapatan daerah dengan mempuat payung hukum.

Mekanisme Pasar

Sementara itu Komandan Resimen Khusus Yudha Putra PPM Perbatasan, Christo S Lomon tidak sependapat dengan pernyataan bahwa masyarakat yang membeli produk dari Malaysia karena kurangnya rasa nasionalisme. “Dalam konteks ini tidak ada hubungannya dengan nasionalisme. Dalam persoalan ini yang terjadi adalah bahwa kondisi dan tingkat kesejahteraan masyarakat Kalbar masih rendah sehingga daya belinya juga rendah. Sehingga ketika ada produk dengan harga lebih murah, maka sangat wajar mereka membeli dengan harga yang murah. Jadi di sini terjadi mekanisme pasar, bukan persoalan nasionalisme,” katanya.

Disinggung mengenai rentannya produk pangan Jiran yang dipasarkan di Kalbar akan penyakit dan zat berbahaya, kata Christo, sejauh ini biasanya Malaysia lebih ketat lagi dalani mengawas hal-hal tersebut. “Tapi kalau memang produk tersebut mengandung bahan berbahaya, kita mendukung sikap pemerintah untuk memusnahkannya,” katanya. Christo menambahkan bahwa perekonomian masyarakat perbatasan akhir-akhir ini mengalami kelesuan dan kevakuman karena sepinya aktivitas keluar-masuk barang dari atau ke Malaysia. Dengan banyaknya peredaran barang-barang Malaysia pada hari besar keagamaan ini, maka perekonomian di sana menjadi hidup dan bergairah kembali.

Suasana yang mulai membaik ini hendaknya terus didorong. “Janganlah suasana ini diperkeruh kembali dengan pelarangan-pelarangan dan kecurigaan, sehingga membuat mereka frustasi yang gilirannya menimbulkan ekses negatif lainnya, seperti kegiatan tarfficking, perjudian, pencurian, narkoba dan lainnya,” katanya.Selain itu, lanjut Christo, pernyataan Kapolda yang represif bisa dimanfaatkan oknum-oknum aparat di lapangan atau para preman memeras dan menekan masyarakat yang beraktivitas di sana. (zan)
Kapolda diminta tidak bertindak represif menyikapi produk pangan Malaysia yang banyak beredar di daerah ini. Soalnya, perdagangan produk pangan Jiran ke Kalbar merupakan berkah tersendiri bagi masyarakat perbatasan yang kini banyak menganggur akibat ekses diberantasnya pembalakan liar.Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Panca Marga (PPM) Kalbar, Zainul Arifin, dan Komandan Resimen Khusus Yudha Putra PPM Perbatasan, Christo S Lomon kemarin di Pontianak

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s