PPM Deliserdang Minta Kapoldasu Tangkap Pelaku Pengrusakan

Rabu, 27 April 2011 11:57

// <![CDATA[

/* */
// ]]>

Medan(MedanPunya.Com) Tekait perusakan kantor Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Percut Sei Tuan. Pimpinan Cabang  Pemuda Panca Marga (PC PPM)Deli Serdang meminta kepada Kapolda Sumatra Utara agar mengusut tuntas dan menangkap pelaku perusakan tersebut.

Hal ini diutarakan M Yusuf Sinulingga selaku ketua PC PPM Deli Serdang kepada wartawan di kantor PPM Kecamatan STM Hilir hari ini. Dia mengatakan peristiwa pengerusakkan ini terjadi pada Kamis (10/3) sekira 10.30 WIB pagi 30 orang berpakaian seragam organisasi merusak kantor kami sedang melakukan rapat mulai berjalan tiba-tiba puluhan orang tersebut merusak dengan menggunakan lenggis, martil 6 kg.

“Tidak ada alasan bagi polisi membiarkan pelaku perusakan tersebut berkeliaran sampai saat ini. Apalagi kejadian tersebut sudah berlangsung lama, jika pelaku perusakan kantor LVRI masih juga berkeliaran bebas tanpa ada tindakan,Maka dikawatirkan akan terjadi konflik antara sesama organisasi. Dan, sudah hampir 2 bulan ngambang di Polsek Sei Tuan hingga saat ini belum ada perkembangan apapun,” tegasnya.

Hal ini terkait masalah sengketa tanah seluas 50 hektar milik masyarakat yang berada Jalan Veteran di Kelurahan Medan Estate, Kecamatana Percut Sei Tuan. Oleh sebab itu, kepada pemenrintah daerah kami meminta untuk memperhatikan titik permasalah yang ada dan nasib anak-anak penjuang ini yang selama ini tertindas selama ini.

Dan meminta kepada Kapolresta Medan untuk menindaklanjuti pelaku pengerusakkan kantor Pemuda Panca Marga oleh oknum yang di duga membeckingi pihak pengembang di mana kasus telah disidang di PN Lubukpakam Sidang yang telah dijalani oleh pihak PPM Deliserdang sebanyak 17 kali masa perseidangan.

Dia menjelaskan, di mana asal usul tanah ini Ketua Burhanuddin Nasution Veteran Deliserdang memohon tanah ini dilepaskan kepada para veteran seluas 50 pada tahun 1982 hektar kemudian pada 1984 terbitlah SKT dan tahun 1987 KGB atas nama PT Moreksa Perkasa dengan status sebagai deplover (pengembang) HKB berlaku selam 20 tahun dan HKB sudah mati pada 2007.

“Para keluarga veteran sudah menduduki tanah ini sejak 1983 hingga saat ini,” katanya lagi. Untuk menghindari hal-hal tersebut maka pihak kepolisian seharus bertindak maxsimal dan menahan pelakunya. Tegas M.Yusup Sinulingga.

Di tempat terpisah Praktisi Hukum SBE Girsang SH, Ketika di minta komentar terkait perusakan kantor LVRI tersebut. Menegaskan, bahwa Polisi harus lebih serius lagi dan memproritaskan penanganan permasalahan tersebut. Sebab menurut Girsang, tinggal itu lagi perhatian Negara dan Pemerintah yang dapat di berikan kepada Pejuang kemerdekaan tersebut.

“jika kantor Pejuang pun tidak dapat dilindungi oleh Polisi bagaimana dengan yang lain”. paparnya.***mpc-mdn7

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s